PLTS SISTEM OFF GRID

PLTS sistem off-grid itu berdiri sendiri (stand alone) dan tidak tersambung ke PLN sama sekali. Semua listrik dari matahari di simpan pada baterai dan disalurkan ke beban AC maupun DC. Biasa digunakan untuk sistem panel surya yang memang jaringan nya terpisah dari PLN atau untuk dipakai di area yang belum masuk jaringan PLN, daerah rural perkebunan, perternakan, pertanian.
Komponen wajib sistem PLTS off grid:
1. Panel Surya / Solar Panel
Sumber listrik utama. Ukuran dan jumlahnya harus lebih besar dari on-grid, soalnya harus cukup buat isi baterai + pakai langsung + cadangan cuaca mendung.
Contoh: Beban 3 kW off-grid biasanya butuh 4-5 kWp panel.
2. Baterai Bank
Menyimpan muatan listrik buat malam hari dan saat mendung.
- Sekarang standar pakai LiFePO4 48V, umur 8-10 tahun, DoD 80-90%.Â
- Kapasitas tergantung berapa lama mau backup. Sistem 3 kW biasanya pakai 5 – 10 kWh baterai.
3. Solar Charge Controller / MPPT
Atur pengisian dari panel ke baterai biar nggak overcharge dan overdischarge.
- MPPT: Efisiensi 95-98%, wajib buat sistem di atas 1 kW. Lebih mahal tapi hasilkan 20-30% lebih banyak listrik.Â
- PWM: Murah, cuma cocok buat sistem kecil di bawah 500W.
4. Off-Grid Inverter / Hybrid Inverter
Ubah listrik DC dari baterai jadi AC 220V buat alat rumah.
Inverter off-grid harus bisa handle beban kejut kayak kulkas, pompa air. Pilih yang pure sine wave biar aman buat elektronik.
5. Rangka & Mounting System
Sama seperti on-grid, buat pasang panel di atap atau ground mounting. Harus kuat dan tahan karat.
6. Kabel, MCB, Fuse, SPD, Grounding
Sistem proteksi biar aman:
- DC MCB & Fuse: Antara panel-MPPT dan MPPT-baterai
- AC MCB: Antara inverter ke beban rumah
- SPD DC & AC: Penangkal petir dan lonjakan
- Kabel: Pakai kabel DC khusus solar 4-6 mm², tahan UV
7. Battery Management System / BMS
Kalau pakai baterai LiFePO4 rakitan, BMS wajib ada. Fungsinya jaga balance cell, proteksi overvoltage, undervoltage, short circuit. Baterai pabrikan biasanya sudah include BMS.
Perbedaan utama vs On-Grid:
| Komponen PV | Off-Grid | On-Grid |
| Baterai | Wajib, besar | Tidak, perlu |
| Charge Controller | Wajib, eksternal | Sudah nyatu di inverter |
| Inverter | Off-grid inverter | On-grid inverter |
| KHW Exim | Tidak perlu | Wajib |
| Backup saat mati lampu | Bisa, 100% dari baterai | Mati, kecuali hybrid |
Biaya kasar 2026 buat sistem off-grid 3 kW:
Panel 4,5 kWp + Baterai LiFePO4 10 kWh + MPPT 60A + Inverter 3 kW = Rp50-70 juta.
Lebih mahal dari on-grid karena baterainya mahal, tapi cocok kalau memang nggak ada PLN.
Mau aku bantu hitung komponen detailnya kalau kamu kasih tau beban listrik harian yang mau dijalankan?
