
PLTS Charging Station (Stasiun Pengisian Daya Tenaga Surya) adalah infrastruktur pengisian energi yang menggunakan panel surya (solar panel) untuk menangkap sinar matahari, mengonversinya menjadi listrik, dan menyimpannya ke dalam baterai untuk mengisi daya perangkat elektronik atau kendaraan listrik. Teknologi ini menjadi pilar utama dalam transisi menuju ekosistem transportasi yang benar-benar bersih lingkungan (zero emission) karena tidak bergantung pada listrik berbahan bakar fosil
Implementasi stasiun pengisian daya ramah lingkungan ini telah terbagi ke dalam beberapa kategori fungsional:
Kategori PLTS Charging Station
- SPKLU / SPLU Berbasis PLTS: Stasiun pengisian umum untuk kendaraan listrik (mobil dan motor) yang terintegrasi dengan panel surya. Contohnya meliputi fasilitas pengisian daya komersial dari penyedia energi terbarukan atau proyek percontohan di area publik.
- Solar Charging Station Publik: Fasilitas skala kecil di taman kota, halte, atau area wisata yang digunakan masyarakat untuk mengisi daya smartphone, gawai, atau sepeda listrik secara gratis.
- Mobile & Portable Solar Station: Unit pengisian daya portabel berbasis surya yang mudah dipindahkan, sangat berguna untuk kebutuhan darurat di lapangan, wilayah bencana, atau area pertambangan.

SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik) berbasis PLTS
PLTS Charging Station = stasiun cas mobil/motor listrik yang listriknya dari panel surya. Bisa 100% off-grid atau hybrid sama PLN. Tren 2026 karena SPKLU PLN makin rame + banyak yang mau bisnis cas mandiri di ruko, rest area, kantor.

Paling realistis: Hybrid. Siang pakai surya langsung + ngecas baterai. Malam pakai baterai + PLN backup.

Masalah: Charger 30kW butuh 50 kWp = 250m² panel. Lahan ruko nggak cukup. Makanya wajib hybrid + baterai buat “buffer”.
Komponen PLTS Charging Station Hybrid 30kW DC
- Panel Surya 30 kWp → 55 lembar 550Wp = Rp65-75 juta
- Inverter Hybrid 30kW → Sungrow, Deye, Huawei = Rp45-60 juta
- Baterai LiFePO4 100kWh → Buat simpen + backup malam = Rp180-220 juta. Ini komponen termahal
- DC Fast Charger 30kW CCS2 + AC 22kW → Rp120-180 juta. Wajib OCPP biar bisa masuk app PLN/Voltron
- BMS, panel DC, grounding, SLO → Rp40-60 juta
- Kanopi + konstruksi → Rp30-50 jutaÂ
Total Modal: Rp480-650 juta untuk 1 charger DC 30kW + 1 AC 22kW hybrid
7. Varian Hemat: PLTS Buat Motor Listrik
- Kalau buat Volta, Smoot, Selis:
- Charger AC 2,2kW x 4 colokan = 8,8kW
- PLTS 5 kWp + baterai 10kWh cukup
- Modal Rp70-90 juta total
- Tarif Rp5.000 sekali cas → 20 motor/hari = Rp100rb/hari = BEP 2,5 tahun
Jika Anda tertarik untuk memasang PLTS Charging Station sendiri, mohon beritahu saya:
- Apakah ini untuk kendaraan listrik (mobil/motor) atau perangkat kecil (ponsel/lampu)?
- Apakah Anda membutuhkan sistem yang berdiri sendiri (off-grid) atau terhubung PLN (on-grid)?
Saya dapat membantu memberikan informasi detail perencanaannya.

