Inverter

Inverter adalah sebuah perangkat elektronik yang berfungsi untuk mengubah arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC) atau sebaliknya, dengan tujuan untuk mengatur atau mengubah karakteristik tegangan, frekuensi, atau fase listrik.

Inverter ini umumnya digunakan dalam berbagai aplikasi seperti sistem tenaga surya, sistem cadangan daya (UPS), dan peralatan elektronik yang memerlukan pasokan listrik AC

Fungsi Utama Inverter

  • Mengubah Arus: Mengubah listrik DC menjadi AC (standar rumah tangga 220V).
  • Optimalisasi Daya: Melacak titik daya maksimum (MPPT) dari panel surya agar efisiensi penangkapan energi tetap maksimal.
  • Charge Controller / MPPT: Mengatur pengisian aliran arus/tegangan dari panal surya ke baterai agar tidak overcharge dan overdischarge.
  • Sistem Keamanan: Dilengkapi fitur pemutus otomatis jika terjadi gangguan jaringan (arus kejut) atau korsleting.

2. Jenis-Jenis Inverter Panel Surya

  • Inverter On-Grid: Terhubung langsung dengan jaringan PLN. Digunakan untuk menekan tagihan listrik harian, tetapi akan mati otomatis saat listrik PLN padam.
  • Inverter Off-Grid: Tidak terhubung ke jaringan PLN, melainkan menggunakan baterai sebagai penyimpan energi. Sangat cocok untuk area terpencil yang tidak dialiri jaringan Listrik dari PLN. Seperti Rumah pelosok, kebun/pertanian/perternakan, pompa air, dll.
  • Inverter Hybrid: Kombinasi on-grid dan off-grid. Menyimpan kelebihan daya ke baterai dan tetap terhubung ke jaringan PLN.
  • String Inverter: Menghubungkan beberapa panel surya dalam satu rangkaian (string). Efisien dan ekonomis untuk area tanpa bayangan.
  • Microinverter: Dipasang di setiap satu panel surya. Lebih fleksibel dan efisien jika ada sebagian panel yang terhalang bayangan.

3. Tips Memilih Inverter

  • Kapasitas Daya (Watt): Pastikan kapasitas daya inverter sedikit di atas total beban listrik rumah yang akan dinyalakan secara bersamaan. Umumnya, gunakan rasio kapasitas inverter 1,1 hingga 1,4 kali kapasitas panel surya.

Contoh :

Untuk beban 2000W, gunakan inverter : 2000W x 1.4 = 2800W atau 3000W

  • Gelombang Output: Pilih tipe Pure Sine Wave agar gelombang listrik yang dihasilkan halus dan aman untuk perangkat elektronik sensitif.
  • MPPT: Cari yang sudah build-in MPPT untuk pengisian daya dari modul panel ke baterai 30% lebih cepat dan terkontrol aman untuk baterai.
  • Voltase : Sesuaikan dengan voltase system PLTS. Sistem keatas 3kW wajib gunakan tegangan inverter minimal 48V. Jika voltase 12/24V memerlukan ukuran kabel yang cukup besar. Atau jika menggunakan ukuran kabel standar akan cepat panas.
  • Efisisensi : Gunakan inverter dengan tingkat efisiensi diatas 95%
  • Sistem Pemantauan (Monitoring): Pilih inverter yang memiliki koneksi ke aplikasi (smartphone atau web) untuk memantau produksi daya secara real-time

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *